Fikih Poligami: Sebuah Persimpangan antara Kiai Pesantren dan Ulama Perempuan

Authors

  • Abdulloh fuad Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia
  • Ahmad Suraidi Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia

Keywords:

Polygamy Jurisprudence, Pesantren Kiai, Female Scholars (Ulama Perempuan), Substantive Justice, Maqashid Shariah

Abstract

This research examines the dynamic discourse of polygamy in Indonesia, focusing on the tension and intersection between the traditionalist views of Pesantren Kiai and the progressive interpretations of Indonesian female scholars (Ulama Perempuan). Traditionally, polygamy is viewed through the lens of classical jurisprudence (Kitab Kuning), which categorizes it as a permissible (mubah) act under the condition of formal justice, specifically in material provision (nafaqah) and the distribution of time (qasm). Conversely, contemporary female scholars, particularly those associated with the Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), advocate for a "Substantive Justice" (Keadilan Hakiki) paradigm. This perspective integrates women's biological, psychological, and social experiences, arguing that the inherent difficulty in achieving emotional equality—as suggested in Surah An-Nisa verse 129—makes monogamy the ideal foundation for an Islamic family. This study employs a qualitative library research method, comparing classical texts like Fathul Mu'in and I'anatut Thalibin with contemporary feminist hermeneutics. The findings reveal that while Kiai emphasize legal-formalist protection, female scholars prioritize human dignity and the prevention of domestic violence. The intersection of these perspectives lies in the shared objective of Maqashid Shariah, although they differ significantly in its practical implementation within modern Indonesian society.

References

Adlhiyati, Z., & Achmad, A. (2020). Melacak keadilan dalam regulasi poligami: Kajian filsafat keadilan Aristoteles, Thomas Aquinas, dan John Rawls. Undang: Jurnal Hukum, 2(2), 409–431.

Adryanto, B. F. (2022). Tafsir Maudh'ui Muhammad Quraish Shihab dan Siti Musdah Mulia terhadap poligami. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 4(1), 57–74.

Ahsani, M. R., Samanta, S., Soleh, A. K., & Hakim, M. A. (2024). Problematika keadilan dalam praktik poligami: Telaah aksiologis atas etika dan estetika. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2), 260–273.

Ainah, N., Isa, L., & Purnomo, B. (2022). Penetapan konsep adil dalam berpoligami menurut hukum Islam dan hukum adat. Muqaranah, 6(1), 15–28.

Al-Zuhaili, W. (2001). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu. Beirut: Dar al-Fikr.

Ambarayadi, B., & Patodongi, A. M. (2024). Poligami dalam negara-negara Islam. AS-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(2), 85–94.

Asdin, A. (2023). Konsep keadilan dalam berpoligami dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Jurnal Darussalam: Pemikiran Hukum Tata Negara Dan Perbandingan Hukum, 3(1), 50–78.

Azhari, D. (2025). Progressive steps in reforming Indonesian Islamic family law through gender studies. Syakhshiyyah, Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 40-55.

Baderin, M. (2010). Hukum internasional hak asasi manusia dan hukum Islam (M. Kazhim & E. Arifin, Eds.). Jakarta: Komnas HAM.

Basyyir, A. A. (1999). Hukum perkawinan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Dahlan, A. (1994). Sejarah fikih Islam. Jakarta: Logos.

Departemen Agama RI. (2007). Al-Qur'an dan terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama.

Fauzan, A., & Amroni, H. (2020). The concept of sakīnah family in the contemporary Muslim generation. Al-'Adalah, 17(1), 51–70.

Ghazaly, A. R. (2006). Fiqh munakahat. Jakarta: Kencana.

Hakim, L. (2023). Kesetaraan gender dalam pendidikan Islam perspektif M. Quraish Shihab. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research, 1(1), 1–20.

Hamidi, A. (2022). Politik hukum Islam di Indonesia. Curup: Adhra Grafika.

Hermanto, A. (2017). Hukum perkawinan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Hidayat, R. E., dkk. (2022). Implementasi nilai-nilai keadilan dalam keluarga poligami. Jurnal Hukum Islam, 8(2), 112–127.

Husein, M. (2020). Poligami: Sebuah kajian kritis kontemporer seorang Kiai. Yogyakarta: IRCiSoD.

Ichsan, M. (2018). Poligami dalam perspektif hukum Islam (Kajian tafsir muqaranah). JURIS: Jurnal Ilmiah Syari’ah, 17(2), 165-180.

Jamil, F. (2021). Pembaharuan batas usia perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 perspektif maqāshid al-syarīʻah. Jurnal Syariah, 5(2), 1–15.

Khafsoh, N. A., Rukmaniyah, R., & Farhani, K. R. S. (2022). Praktik poligami di Indonesia dalam perspektif M. Quraish Shihab, Hussein Muhammad, dan Nasaruddin Umar. Jurnal Sosiologi Reflektif, 16(2), 475–494.

Kholis, N., dkk. (2017). Poligami dan ketidakadilan gender dalam undang-undang perkawinan di Indonesia. al-Ahkam, 27(2), 205-224.

KUPI. (2017). Dokumen resmi proses dan hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Cirebon: KUPI.

Lewa, I., dkk. (2022). Konsep adil dalam poligami perspektif Muhammad Quraish Shihab dan Amina Wadud. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 8(1), 158–166.

Mahmood, T. (1972). Family law reform in the Muslim world. New Delhi: N.M. Tripathi.

Masri, E. (2019). Poligami dalam perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Komplikasi Hukum Islam (KHI). Jurnal Krtha Bhayangkara, 13(2), 223–241.

Mulia, S. M. (1999). Pandangan Islam tentang poligami. Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender.

Mulia, S. M. (2007). Islam menggugat poligami. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Munawiroh, S., dkk. (2021). Peran bu Nyai dalam pendidikan pesantren: Studi atas penolakan budaya patriarki. Jurnal Bidayah, 12(2), 200-215.

Nasution, K. (1996). Riba & poligami: Sebuah studi atas pemikiran Muhammad Abduh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nasution, K. (2015). Peran kursus nikah membangun keluarga sejahtera. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 15(2), 185-195.

Rofiah, N. (2020). Nalar kritis muslimah: Refleksi atas keperempuanan, kemanusiaan, dan keislaman. Bandung: Afkaruna.

Shihab, M. Q. (2018). Perempuan: Dari cinta sampai seks. Jakarta: Lentera Hati.

Syarifuddin, A. (2014). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

fuad, A., & Suraidi, A. (2026). Fikih Poligami: Sebuah Persimpangan antara Kiai Pesantren dan Ulama Perempuan. Al-Wasilah: Jurnal Studi Agama Islam, 1(2), 52–59. Retrieved from https://ejournal.globalcendekia.or.id/index.php/jwasilah/article/view/186